FacebookInstagramYoutube

IKAT Aceh Ajak Semua Pihak Suarakan, Bantu, dan Doakan Palestina

Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Khalid Muddatstsir, pada Rabu (11/10/2023) mengatakan tragedi yang meledak di Palestina adalah krisis kemanusiaan (al-azmah al-insaniyah) yang memprihatinkan, yang sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum Israel berdiri sebagai negara pada 1948. Ia menyebut bahwa Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang didirikan dengan merampas tanah orang lain dan mengusir penduduk aslinya yaitu orang-orang Palestina.

Khalid mengajak semua pihak untuk menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina, membantu, dan mendoakan Palestina. Ia menekankan perlunya edukasi diri dalam mendudukkan akar masalah asal usul terjadinya tragedi tersebut.

“Ada yang salah memahami dengan menyebut ini adalah konflik, tetapi yang terjadi di Palestina ini bukanlah konflik. Ini adalah penjajahan dan pendudukan ilegal tanah Palestina. Ini bukanlah konflik antara dua pihak bertikai yang setara, di sini Palestina adalah korbannya. Ini adalah penjajahan bukan konflik. Yang terjadi di sini adalah perjuangan Palestina melawan penjajahan Israel dan kolonialisme pemukim yang setiap hari merampas tanah Palestina sampai hari ini. Untuk mengenal isu di Palestina, harus diawali dengan menyakini bahwa ini adalah penjajahan,” kata Khalid.

Khalid menyebut bahwa dengan menempatkan tragedi bukan sebagai konflik tetapi perjuangan melawan kolonialisasi, kita dapat memusatkan perhatian pada kisah penjajahan Palestina yang berlangsung puluhan tanun dan mengakui hak sah Palestina untuk memperoleh kemerdekaan mutlak yang telah dirampas Israel, dengan melakukan perlawanan.

“Kita sangat prihatin dengan terjadinya tragedi ini. Kami mengajak semua pihak menyuarakan dan membantu Palestina. Konflik ini dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar. Edukasi akar masalah konflik Palestina perlu kita syiarkan, agar sejarah tidak terkaburkan. Kesadaran terhadap sejarah merupakan langkah awal dalam mengubah respon dan tindakan kita,” ucap Khalid

Lebih lanjut, Khalid Muddatstsir mengapresiasi pemerintah Indonesia yang memilik prinsip jelas dan tegas dalam menyikapi isu Palestina. Indonesia yang dari dulu konsisten menuntut perdamaian dan membela hak warga Palestina patut di tiru negara lain. IKAT menegaskan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi krisis ini. Menurutnya, tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina merupakan aib besar sejarah manusia modern pasca Perang Dunia kedua.

“Apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang berani bersikap dalam menyelesaikan konflik ini. Konsistensi Indonesia dalam ketika membicarakan penyelesaian konflik Palestina tidak dapat disangsikan. Walaupun Indonesia hanya menyuarakan, tapi hal itu tidak kalah signifikan di saat pihak yang memiliki otoritas melerai masih diam,” Kata khalid.

Khalid berharap pertumpahan darah segera berakhir. Ia mengajak semua elemen di Aceh untuk melaksanakan ajakan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh untuk mendoakan dan membaca qunut nazilah bagi umat Islam Palestina di setiap shalat fardhu.

“Mari kita langitkan doa untuk para korban, dan kita baca qunut nazilah di setiap selesai shalat fardhu, sebagaimana ajakan para guru dan ulama kita di MPU, sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas kita kepada saudara seiman di Palestina. Terlepas konflik ini kemanusiaan atau agama, namun mari kita doakan agar jembatan perdamaian dan keadilan segera terealisasi” tutup Khalid.

Hingga pada Sabtu (16/10), berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah penduduk Palestina yang meninggal dunia dalam serangan brutal Israel terhadap penduduk Gaza telah meningkat menjadi 2.750 jiwa dan lebih 9.700 lainnya mengalami luka-luka.

Redaktur: Ismuhadi

Editor: Annas Muttaqin S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
TERBARU

INFO TIMTENG

BERITA POPULAR