FacebookInstagramYoutube

Bertemu Dai Aceh, UAS berikan Trik Jitu Berdakwah

Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan solusi dan trik untuk para aktivis dakwah di Aceh hal ini beliau sampaikan dalam silaturrahmi dengan para dai Aceh di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Sabtu malam (25/12). Kegiatan  yang digagas oleh Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini mengusung tema “Sinergi dan Strategi untuk Kesatuan Visi Dakwah di Negeri Syariah”.

Hal ini sebagai salah satu ikhtiar IKAT Aceh untuk pemetaan dakwah di Aceh dan strategi bagi para pendakwah dalam memperkuat penerapan syariat Islam. Acara ini dihadiri para aktivis dakwah yang berasal latar belakang organisasi berbeda. Ikut berhadir perwakilan MPU Aceh Muhibuttabary, Nahdhatul Ulama (NU) Aceh Lem Faisal, dan Himpunan Ulama Dayah (HUDA). Tu Sop.

Para peserta ikut berbagi pengalaman tantangan yang mereka hadapi selama menjalankan dakwah di Aceh, seperti permasalahan akidah umat di wilayah perbatasan, kaum muda dalam pengaruh negatif media sosial, kuantitas dai perempuan untuk mengajar ke jamaah wanita dan pengusaha dan pelaku ekonomi yang perlu dipersatukan agar dakwah lebih kuat.

Solusi UAS

Untuk solusi dakwah perbatasan, UAS menyampaikan perlunya penarik minat anak muda agar lebih condong ke dakwah yang nantinya mampu menghidupkan wilayah perbatasan. Kemudia juga perlunya para dai mensinergikan pelaku bisnis dan ekonomi agar punya visi yang sama dalam dakwah sehingga nantinya kegiatan dakwah akan berjalan maksimal.

Selama ini tantangan yang paling terlihat yaitu persoalan sangat sedikit pendakwah yang mau berdakwah di perbatasan dikarenakan kekhawatiran keselamatan, regulasi administrasi untuk program pendakwah ke perbatasan yang kurang mendukung. Dalam hal ini, UAS menyarankan agar nantinya perlu evalusia regulasi yang pro terhadap program da’i perbatasan baik peningkatan kesejahteraan maupun kurikulum dan silabus dakwah.

Problematika lainnya adalah masih ada pendakwah yang masih mendakwahi orang yang sudah terdakwah secara kuat, lebih lagi, sering menyalahkan dan saling mengkafirkan hingga memecah belah ummat. Dalam hal ini UAS dengan tegas menyampaikan agar tidak berlebihan dalam ekspektasi pada satu institusi dan perlunya disesuaikan dengan kearifan lokal setempat.

Selain UAS, hadir juga sebagai narasumber antara lain Kadis Syariat Islam Aceh, Muhammadiyah Aceh, Pengurus Besar Inshafuddin, Al-Washliyah, Perti, ICMI orwil Aceh, Forum Dakwah Perbatasan, Dewan Masjid Indonesia, dan lain-lain. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
TERBARU

INFO TIMTENG

BERITA POPULAR