FacebookInstagramYoutube

Abah Nisam: Aceh Provinsi Yang Menganut Moderasi Dalam Beragama

Mengangkat Tema “Moderasi Beragama di Era Covid-19 (Menyemai Nilai-nilai Moderasi Islam Sebagai Solusi Pencegahan Konflik)”. Ikatan Keluarga Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh sukses mengadakanmengadakan seminar tentang moderasi beragam di Bireuen dua hari yang lalu (22/11), bertempat di Hotel Djarwal.

Ketua IKAT mengatakan seminar ini bertujuan untuk menyebar nilai-nilai washatiyah Islam sebagai solusi bentuk pencegahan konflik dengan target dakwah santri dan pelajar dari pondok pesantren dan SMA sederajat, kerena mereka merupakan generasi penerus dalam menyebarkan risalah Islam yang washastiah atau moderat.

Pemteri yang  dihadirkan tiga orang, dua dari kalangan IKAT Aceh, dan satunya lagi ulama dari kalangan  dayah Aceh. Dr. Amri Fatmi berbicara tentang “Deskripsi dan Implementasi Moderasi Beragama dalam Pendidikan”. Tgk. Helmi Imran, MA (Abah Nisam) berbicara tentang “Moderasi di Masa Pandemi dan Pencegahan Covid-19 dalam Tinjauan Islam”. Dr. Syarifah Rahmi, LC, M.Alcom diamanahkan tentang “Penerapan Fikih dan Akhlak dalam Penggunaan Media Sosial Sebagai Bentuk Pencegahan Konflik”.

Dr. Amri Fatmi menjelaskan bahwa moderasi itu washati, yaitu ditengah-tengah dan tidak terlalu berlebihan dalam melakukan sesuatu. Moderasi dalam agama Islam adalah adil dalam bersikap dan mengamalkan Isalam atau biasa disebut dengan Islam Washatiyyah. Tidak boleh ghuluw dalam artian berlebihan dalam beragama. Seperti ghuluw-nya para umat terdahulu layaknya Yahudi dan Nasrani dalam beragama, karena agama pada dasarnya tidak didasari oleh logika semata.

Selanjutnya Abah Nisam menyebutkan Aceh adalah provinsi yang menganut moderasi dalam beragama, sebagaimana yang tercantum dalam literasi yang dipelajari oleh orang Aceh. Dalam fikih, bermazhab Syafii, yaitu mazhab yang berada di tengah-tengah antara mazhab logika (Mazhab Abu Hanifah) dan ahli hadis (Imam Malik). Dalam akidah, Aceh menganut mazhab Asy’ari dan Maturidi yang tidak mengkafirkan sesama orang Islam. Begitu pula dalam masalah akhlak, kita bertasawwuf dengan tasawuf sunni.

Abah Nisam juga menambahkan di tengah penyebaran pandemi seperti saat ini, kita juga harus menerapkan pemikiran moderasi dalam menghadapi Covid-19. Jangan terlalu percaya diri, tidak akan terkena penyakit dan juga jangan mengurung diri selama karena takut Covid. Inilah moderasi.

Dr. Syarifah Rahmi dalam materi selanjutnya menjelaskan pentingnya memfilter sesuatu yang berasal dari media sosial dan media massa sebelum menyebarkan kepada orang lain. “Saringlah, sebelum sharing, agar lebih selamat” sebutnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
TERBARU

INFO TIMTENG

BERITA POPULAR