FacebookInstagramYoutube

Air, Doa, dan Harapan dari IKAT Aceh untuk Warga Tamiang

ACEH TAMIANG — Di tengah ikhtiar Aceh untuk bangkit dari ujian banjir yang belum sepenuhnya usai, berbagai tangan saling terulur. Di antara para relawan, warga, dan lembaga kemanusiaan yang bergerak, Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh kembali hadir menemani dan menguatkan masyarakat terdampak. Selama tiga hari, sejak 25 hingga 27 Desember 2025, bersama jejaring relawan lokal dan tokoh masyarakat, IKAT Aceh melaksanakan aksi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial bersama.

Penyaluran bantuan ini merupakan tahap III, setelah sebelumnya IKAT Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara. Kehadiran IKAT Aceh bukan sekadar membawa logistik, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.

Bantuan yang disalurkan meliputi empat truk air bersih, obat-obatan, pakaian layak pakai, sembako, selimut, tikar, Al-Qur’an, serta berbagai kebutuhan mendasar lainnya. Penyaluran difokuskan pada wilayah-wilayah terdampak parah dan minim akses, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai.

Kondisi Aceh Tamiang hingga kini masih tergolong memprihatinkan. Sejumlah permukiman warga masih tergenang air dan diselimuti lumpur tebal yang membalut rumah, lahan pertanian, serta aset masyarakat. Keterbatasan alat berat dan akses transportasi membuat proses pembersihan berjalan lambat, sehingga wilayah ini masih sangat membutuhkan perhatian dan bantuan berkelanjutan.

Direktur Kafalah IKAT Aceh, Ust. Muhyiddin Wincolis Natuah, Lc., MA, menegaskan bahwa aksi ini merupakan ikhtiar kemanusiaan yang berangkat dari empati dan tanggung jawab moral.

“IKAT Peduli hadir untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan dan paling sulit dijangkau. Kami ingin air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan ibadah benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan,” ujar Ust. Win.

Penyaluran bantuan dimulai pada Rabu (25/12/2025) di wilayah Aceh Timur melalui Ust. Muzakkir Abdul Manaf, Lc., untuk masyarakat Kecamatan Pante Bidari. Keesokan harinya, Jumat (26/12/2025), bantuan disalurkan ke Desa Lubuk Sedup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, didampingi Ketua IKAT Langsa Dr. Fahriansah, Lc., MA.

WhatsApp Image 2026 01 02 at 17.01.22
Foto bersama warga Desa Lubuk Sedup, Kec. Sekerak, Aceh Tamiang.

Sementara pada Sabtu (27/12/2025), bantuan diserahkan melalui Zawiyah Bani Alimiddin Desa Sukaramai II di Kecamatan Seruway untuk disalurkan kepada para pengungsi dan beberapa warga yang terdampak yang mengungsi ke wilayah tersebut. Bantuan juga disalurkan ke Desa Bukit Rata Kampung Tengah melalui Ustazah Sri Hidayanti, Lc., M.Si.,. Disamping itu, IKAT Aceh Juga menyerahkan langsung bantuan ke wilayah pedalaman di Tamiang Hulu, Desa Rantau Bintang di Kecamatan Bandar Pusaka, Babo yang notabenenya kehilangan tempat tinggal dan terpaksa harus tinggal di Posko. Di hari yang sama, warga Desa Batu Sumbang, Desa Melidi, Desa Rantau Panjang, dan Desa Pante Kera di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, terpaksa menjemput bantuan ke Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, lalu membawanya kembali ke kampung halaman menggunakan perahu kecil melalui jalur sungai—sebuah potret nyata keterbatasan sekaligus keteguhan masyarakat bertahan di tengah bencana.

Baca juga: Tembus Wilayah Terisolasi, IKAT Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Aceh Timur dan Tamiang

“Kami berharap semoga bantuan dapat tersebar merata, terlebih alat penerangan memang tidak ada sama sekali di kampung kami” ujar salah satu warga Kecamaan Sungai Jernih.

Di sela-sela agenda kemanusiaan, IKAT Aceh juga mengunjungi Athaya Zihni, calon mahasiswa (Camaba) Universitas Al Azhar yang sempat gagal berangkat karena hilang kontak  berhari-hari saat banjir besar melanda Aceh Tamiang sebulan lalu. Athya baru dapat dihubingi kembali 10 hari setelah banjir melanda. Kunjungan ini menjadi simbol bahwa IKAT Aceh tidak hanya mengawal bantuan kemanusiaan, tetapi juga masa depan generasi Aceh. IKAT Aceh menegaskan komitmennya untuk segera memberangkatkan Athaya ke Universitas Al Azhar agar segera bisa berjuang menjemput mimpinya.

Ketua IKAT Aceh, Ust. Khalid Muddatstsir, Lc., M.Ag, menegaskan bahwa kepedulian ini adalah bagian dari amanah besar alumni Timur Tengah.

“Kami tidak hanya mengawal bantuan, tetapi juga mengawal harapan. Baik harapan masyarakat yang terdampak bencana maupun harapan para camaba Aceh yang sedang memperjuangkan masa depannya di tengah keterbatasan,” ujarnya.

Lihat video penyaluran di sini

IKAT Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mempercayakan amanah kemanusiaan ini, di antaranya Nahdlatul Wathan (NWDI), Organisasi Islam Alumni Al Azhar (OIAA), RIAB Peduli, Syafana Islamic School, serta para dermawan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

IKAT Aceh masih membuka kesempatan bagi para donatur yang ingin membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir di berbagai wilayah Aceh. Kebutuhan bantuan masih besar, dan proses pemulihan belum sepenuhnya selesai. Di tengah keterbatasan, solidaritas dan kepedulian menjadi kekuatan utama untuk saling menguatkan.

Hingga saat ini, IKAT Peduli telah menyalurkan bantuan senilai Rp. 224.920.804 dari total donasi yang terkumpul sebesar Rp. 268.260.767. Sisa donasi akan terus disalurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan proses pemulihan yang masih berlangsung.

Redaktur: Arief Munandar

Editor: Annas Muttaqin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
TERBARU

INFO TIMTENG

BERITA POPULAR